Monday, 18 April 2011

Cheer Up!!

Lagu itu..sebuah lagu lama yang sudah pernah ku dengar berkali-kali dalam beberapa tahun. Tapi baru hari ini ku sadari kata-katanya begitu menyentuh. Ternyata banyak hal-hal kecil yang terjadi di sekitarku, tapi aku tidak menyadarinya, dan ternyata semua hal-hal itu malah menjadi amat sangat berharga dan bermanfaat bagi kehidupanku. Belakangan ini mengira sepertinya benar dunia sudah tidak lagi seindah seperti yang selama ini ada di bayangan dan impianku. Mulai kecewa dengan banyak hal, mulai mengubah pandangan positif terhadap banyak hal menjadi pandangan-pandangan negatif. Yah itulah kehidupanku akhir-akhir ini. Lagi-lagi untuk kesekian kalinya, aku menemukan bahwa anggapan, pemahaman, dan kepercayaanku selama ini..lagi-lagi salah. Awal mulanya tentu saja amat sangat depresi, karena tidak siap dengan segala perubahan besar ini. Tapi berkat beberapa hal kecil yang terjadi di sekitarku, aku malah menjadi tersadarkan, hal-hal kecil yang membangkitkan dan menguatkanku.

Terima kasih Tuhan Kau tidak pernah meninggalkan ku sendirian. Tuhan tau semua persoalan yang kita hadapi dan tentu saja Ia pasti akan membantu, tapi tidak dengan cara langsung menyelesaikannya tanpa kita perlu berbuat apapun. Segala sesuatu yang terjadi selalu ada hikmahnya, selalu ada alasan dan nilai-nilai positifnya. Aku sadar kalau Tuhan sedang melihat bagaimana cara aku menyelesaikan masalah-masalahku, bagaimana cara ku menetapkan setiap langkah-langkahku ke depan. Tuhan punya rencananya sendiri. Mungkin dengan situasi ini, Tuhan sedang menguji kita semua, terutama aku, menguji ketahanan dan kesabaranku dalam menghadapi cercaan, tuduhan, caci makian, penghakiman, ketidakpercayaan orang-orang terhadapku. Disamping itu dia juga menyadarkanku bahwa tidak selamanya kehidupan di sekitarku akan seindah seperti yang selama ini aku bayangkan. Tidak perlu menganggap sesuatu lebih penting lebih berharga dibanding yang laiinya, karena dengan begitu akan lebih mudah dibuat kecewa. Segala sesuatu yang "lebih" dan "terlalu" pada akhirnya hanya akan membawakan luka dan kekecewaan yang lebih besar dibandingkan dengan yang biasa-biasa saja. Dan pada akhirnya itu semua hanya akan meninggalkan suatu sosok yang gila, yang tertawa bodoh dalam kesendirian, menertawakan kebodohannya selama ini, yang begitu polosnya mementingkan dan menghargai mereka diatas segala-galanya, padahal belum tentu mereka akan memperlakukannya seperti itu juga. Begitu membuka diri, pada akhirnya malah mempermalukan diri sendiri, membiarkan orang-orang mengetahui titik-titik kelemahanmu. Betapa bodohnya kamu!!!

Disaat aku sedang lelah-lelahnya, lelah dengan segala masalah di kejauhan sana, Tuhan masih meninggalkan orang-orang disini untukku, mereka yang selalu siap mendukung, menghargai, menasehati, menghibur, dan memberikanku kesempatan untuk menyelesaikan masalah-masalahku sendiri tanpa ambil alih. Mereka yang tidak pernah campur tangan, tetapi selalu membangkitkanku dari belakang. Terima kasih sekali, disaat aku mulai kecewa dan tidak percaya dengan arti persahabatan, kalian sekali lagi membangun ulang kepercayaan-kepercayaanku. Mungkin sudah saatnya aku kembali mengubah diriku lagi, tidak perlu mengharapkan perubahan dari orang lain. Aku adalah siapa yang aku inginkan dan harapkan, bukan yang orang lain harapkan dan tuntut. Biarkanlah mereka yang tahu menghargaimu yang akan menerima dirimu sepenuhnya. Jangan pernah menyerah dengan kehidupan ini hanya karena sedikit kata-kata orang yang tiada maknanya. Cinta selamanya berada di kiri kananku, tidak perlu lagi merasa takut, tidak perlu merasa lemah, karena semua ini pasti akan terlewati. Saat dimana semua angin, badai, dan hujan itu berlalu, semua penderitaan ini juga akan berhenti dengan sendirinya. Disaat sudah amat sangat lelah, tadahkan kepalamu ke langit, lihatlah bahwa langit diatas sana masih tetap berwarna biru, masih tetap bercahaya, matahari, bulan, dan bintang juga selalu serta merta setia menemani langit di kejauhan sana. Jadi apalagi yang perlu dikhawatirkan? Kamu tidak membutuhkan orang yang tidak membutuhkanmu, dan kebutuhan itu hanyalah suatu macam kebiasaan. Di kejauhan sana masih ada banyak orang yang membutuhkanmu dan mengerti arti hadirmu. Mengapa harus bersikeras mempertahankan diri di tempat yang seharusnya bukan tempatmu?

"Waktu tidak akan menunggu orang". Waktu masih akan terus berjalan, bumi masih akan terus berputar, matahari masih akan selalu bersinar, bulan dan bintang masih akan selalu bercahaya, mereka semua tidak akan pernah berhenti bekerja hanya karena masalahmu seorang. Oleh karena itu, berhentilah bersedih dan lakukanlah segala sesuatu yang harus kamu lakukan. Tidak ada yang perlu dan pantas di sedihkan. Orang-orang juga belum tentu akan mengingat semua hal-hal baik yang pernah kamu lakukan, tapi satu yang pasti mereka akan selalu mengingat semua keburukan yang pernah kamu lakukan, jadi tabahkan dan kuatkanlah hatimu untuk menghadapi segala pencobaan.

0 comments:

Post a Comment