Tears were aLready laugh
Air mata sudah tertawa
比想像中更痛 你真的沒回頭
In the ratio imagination is more painful, you really has not turned head
Lebih sakit dari yang dibayangkan, kamu benar2 tidak menoLehkan kepaLa
我命令眼淚不許失控
I order the tear can’t lose control
Aku memerintahkan air mata supaya tidak kehiLangan kontrol
回憶不跟你走 都擠在我心中
The recollection does not walk with you, aLL pushes in my heart
Kenangan tidak pergi bersamamu, semuanya mendekam di hatiku
我就有責任讓它值得被珍重
So I have the responsibility to let it be worth treasuring
Karena itu aku memiLiki tanggung jawab untuk membuatnya menjadi pantas untuk dihargai
心碎成了沙漠 就快開鑿綠洲
Broken heart is aLready become the desert, quickly opens cutting the oasis
Patah hati sudah menjadi gurun pasir, hampir saja membeLah oasis
我沒有時間不知所措
I do not have the time to feel helpless
Aku tidak memiLiki waktu untuk tidak mngerti akan 'pengendaLian'
你溫柔的雙手 本就不屬於我
Your both warm hand, do not belong to me originally
Kehangatan kedua tangan mu, pada dasarnya sudah bukan miLik ku
又何必在乎它以後屬於誰呢
Is that also necessary? Care about it belong to whom later
Apakah masih perLu peduLi keLak itu akan menjadi miLik siapa?
謝謝你曾讓我難過 謝謝我沒有想太多
Thanked you once to let me sad, thank me hasn’t too many thought
Terima kasih kamu pernah membuatku sedih, terima kasih aku tidak berpkir terlalu banyak
當愛情左盼右顧的時候
When love hoped left attends to right
Ketika harapan cinta berubah haLuan
我眼淚都笑了 誰還想哭呢
All of my tears were aLready laugh, who did also want to cry
Air mata ku sudah tertawa, siapa yang masih ingin menangis?
再勇敢的站著 找回光和熱
Bravely stands, retrieve the light and the heat
Sekali lagi berdiri dengan berani, menemukan kembaLi cahaya dan kehangatan
面對你的時候 我不會捨不得
The time when facing you, I will be willingly
Ketika berhadapan dengan mu, aku tidak akan tidak reLa
因為你已是過客
Because you are already the guest-quarters
Karena kamu sudah menjadi tamu
因為路有些曲折 是美的
Because there are the winding roads, are beautiful
Karena jalan memiLiki liku dan itu indah
我眼淚都笑了 誰還會哭呢
All of my tears were aLready laugh, who did can also cry
Air mata ku sudah tertawa, siapa yg masih bisa menangis?
來不及完美的 就唱首驪歌
Without enough time making perfect, just can sing parting songs
Semua yang tidak sempat disempurnakan, nyanyikan saja lagu perpisahan
想起你的時候 我不是卑微的
When I’m thinking of you, I’m not base and low
Ketika terpikir tentang kamu, itu bukan karena aku lemah
反而我沒有遺憾
Instead I had not regretted
Sebaliknya aku tidak memiLiki penyesaLan
因為我已愛過你 深深的
Because I have loved you..deeply
Karena aku sudah prnah........
PRET PRET PRET
gilaaaa..lagu gua rusakkkkk..huuuaaaaaaa
Dulu disaat amat sangat tak berdaya lagi, aku mendengar lagu ini berulang-ulang hingga puluhan kali, hanya lagu ini saja, disaat semua air mata itu tak tertahankan lagi, air mata itu akan keluar dengan sendirinya, membasahi wajahku, dan kemudian setelah itu aku mulai menyerapi lagu ini yang pada akhirnya akan membuatku tersenyum kembali. Tersenyum karena aku sempat memiliki kenangan yang..bisa dibilang indah, indah bukan karena manis atau apa, tapi karena murni, karena semua yang ada di pikiran ku saat itu hanyalah kejujuran dan ketulusan, tidak ada pengkhianatan, tidak ada kebohongan, tidak ada kecurigaan. Saat itu aku juga selalu bersyukur, bersyukur karena aku sempat (pernah)..... deeply, dan karena itu juga aku selalu belajar untuk tidak pernah menyesal dan selalu menganggap semua kenangan itu indah. Mulai perlahan-lahan bangkit sendiri, kembali berdiri tegak dan kembali mencari kehangatan itu, dan ternyata tanpa aku sadari, orang lain--orang yang memberiku lagu ini, melalui lagu ini telah membawakan kehangatan untukku, dan karena itu juga disaat aku mendengar lagu ini, aku juga akan teringat pada dirinya, dirinya yang selalu penuh kebahagiaan dan pikiran-pikiran yang amat sangat positif. "Dunia ini tidak hanya ada kejahatan". Begitulah katanya.
Tapi apa yang terjadi dengan sekarang? Aku telah merusak makna lagu itu, lirik-lirik pada lagu itu tidak lagi mampu menghibur ku sepenuhnya. Disaat aku mendengar lagu itu, satu-satunya kenangan yang mampu membuatku tersenyum hanyalah karena "dia dia dia" lahh yang memberikannya padaku, dan aku tahu dia pasti bermaksud baik, aku tahu dia juga ingin aku selalu bahagia. Teringat kata-katanya yang menyebut diriku sebagai orang baik. Disaat aku berkata padanya, ada saatnya aku ingin menjadi orang jahat, tanggapan dia: "sudah lelah yah menjadi orang baik?" Satu pertanyaan ini tidak akan pernah aku lupakan. Terkadang betapa berharapnya aku bisa benar-benar menjadi orang jahat, jadi aku juga tidak perlu semenderita seperti saat itu dan saat ini, betapa baiknya kalau aku bisa benar-benar 60% saja membenci seseorang. Tapi sayang sekali aku tidak mampu, aku tidak sanggup dan tidak berdaya. Setiap kali ingin 60% menyalahkan seseorang, aku selalu teringat pada semua perbuatan yang pernah ku lakukan, dan aku akan selalu mengganggap semua perbuatan ku itu salah, dan kemudian sekali, sekali, dan sekali lagi kembali menyalahkan diriku sendiri, dan membela mereka yang tidak seharusnya ku bela.
Lebih sakit dari yang dibayangkan, karena kamu selalu menolehkan kepala
Aku memerintahkan air mata supaya tidak kehiLangan kontrol
Kenangan buruk tidak pergi bersamamu, semuanya mendekam di hatiku
Karena itu aku tidak lagi memiLiki tanggung jawab untuk membuatnya menjadi pantas untuk dihargai
Patah hati sudah menjadi gurun pasir, hampir saja membeLah oasis
Aku tidak memiLiki waktu untuk tidak mengerti akan 'pengendaLian'
Kehangatan kedua tangan mu, pada dasarnya sudah bukan miLik ku (aku juga tidak menginginkannya)
Apakah masih perLu peduLi keLak itu akan menjadi miLik siapa?
Terima kasih kamu pernah membuatku sedih, terima kasih aku tidak berpkir terlalu banyak
Ketika harapan cinta berubah haLuan
Air mata ku sudah tertawa, siapa yang masih ingin menangis?
Sekali lagi berdiri dengan berani, menemukan kembaLi cahaya dan kehangatan
Ketika berhadapan dengan mu, aku tidak akan tidak reLa
Karena kamu sudah menjadikan aku sebagai tamu
Karena jalan memiLiki liku dan itu indah disaat aku berdiri seorang diri
Air mata ku sudah tertawa, siapa yg masih bisa menangis?
Semua yang tidak sempat disempurnakan, nyanyikan saja lagu perpisahan (ucapkan selamat tinggal)
Ketika terpikir tentang kamu, itu bukan karena aku lemah
Instead I HAD regretted (Sebaliknya aku ":memiLiki:" penyesaLan)
Because I have LOVED you..deeply


0 comments:
Post a Comment